Kota Surakarta adalah pusat bisnis dan ekonomi yang penting bagi wilayah sekitarnya. Sebagai motor penggerak, aktivitas perdagangan dioptimalisasi melalui pembentukan pusat-pusat pelayanan Jebres, Purwosari, Nusukan, Joyotakan, dan Koridor Slamet Riyadi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aspek spasial terhadap pendapatan aktivitas perdagangan dan jasa di pusat pelayanan kota menggunakan analisis regresi linear berganda. Variabel terikat dalam penelitian ini merupakan pendapatan aktivitas komersial, sedangkan variabel bebas meliputi sentralitas kawasan, jarak ke pusat, sirkulasi kendaraan, ketersediaan lahan parkir, persebaran dan keanekaragaman aktivitas komersial. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan kuesioner dan diolah menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan metode deskriptif, statistik, dan geospasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan pusat pelayanan berada di lokasi yang sentral dengan rata-rata jarak antar pusat yang dekat, memiliki sirkulasi lalu lintas yang tidak stabil namun masih dapat dikendalikan, serta memiliki lahan parkir yang terbatas. Sarana komersial di kawasan penelitian cenderung mengelompok dengan keberagaman tinggi. Regresi linear menunjukkan bahwa sentralitas, jarak ke pusat, ketersediaan lahan parkir, persebaran, dan keanekaragaman aktivitas komersial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan sirkulasi lalu lintas tidak berpengaruh signifikan.
Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, Vol 20, Iss 2, Pp 680-701 (2025)
ISSN: 2598-019X
Penerbit: Universitas Sebelas Maret