Bahasa isyarat di Indonesia belum diakui atau didukung sepenuhnya, padahal banyak komunitas Tuli menggunakan Bahasa isyarat alamiah atau Bisindo (Bahasa isyarat Indonesia) BISINDO perlu diteliti dengan linguistic dan sesuai budaya Tuli setempat. Bisindo seperti Bahasa lisan yang berbeda beda sesuai budaya, Bahasa isyarat Indonesia diteliti / dikembangkan dibawah PUSBISINDO (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia). Kelambatan pengembangan maupun penelitian bisindo juga menghambat penyediaan fasilitas akses informasi, pendidikan dan pelayanan umum bagi disabilitas rungu/ Tuli. Fasilitas untuk Tuli bisa berupa tulisan, Bahasa isyarat dan Juru Bahasa isyarat / interpreter Bahasa isyarat. Sayangnya karena disini belum ada fakultas interpreter/ juru Bahasa isyarat.