Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa dalam media sosial sebagai cermin karakter bangsa. Hasil penelitiannya bahwa masyarakat pengguna media sosial cenderung melakukan penyimpangan penggunaan bahasa secara pragmatis, yang dilakukan dengan tujuan menyindir atau menjatuhkan lawannya (dalam konteks politik). Penyimpangan penggunaan bahasa tersebut antara lain adalah penggunaan bentuk sarkasme untuk tujuan menyerang lawannya tuturnya, baik secara terang-terangan ataupun tersembunyi. Bentuk bentuk sarkasme yang muncul dalam tuturan di media sosial itu menunjukkan adanya pelanggaran etika komunikasi dalam bentuk ketidaksantunan.