Lewati ke konten utama
REPOSITORY ITEM

Repositori Institusi

Pasukan imam

Bersamaan dengan dibentuknya BKR di daerah Banyumas dan timbulnya suasana
revolusioner di sekitar pertengahan bulan September tahun 1945, Suprapto, salah seorang
pelajar SMP mengundang para pelajar SMP untuk mengikuti rapat di ruang kelas 3 SMP
Laki-laki (SMP Bruderan) jl. Sekolah Purwokerto. Rapat diadakan sesudah jam pelajaran
berakhir (sesudah jam 13.00). Dalam suasana hujan lebat di luar gedung, pemuda Suprapto
mencetuskan ide untuk membentuk satuan tentara pelajar bersenjata, yang ikut bersama BKR
menjaga keamanan serta bila perlu ikut berjuang di medan tempur.
Atas dukungan dari Mayor Abimanyu (dari BKR) dan Djumad Abdul Razak (guru SMP),
Soeprapto dengan dibantu empat oleh orang rekannya yakni Soewarso, Soedarto, Djahidin dan Soehartono dengan penuh keyakinan dan penuh semangat memberikan penjelasan dan
menanamkan jiwa revolusioner kepada teman-temannya. Karena itu kelima orang tersebut
disebut sebagai perintis berdirinya Pasukan Pelajar IMAM. Pertemuan-pertemuan selanjutnya
dilaksanakan di rumah Soeprapto di jalan Pesayangan, yang sekaligus sebagai tempat
pendaftaran anggota Pasukan Pelajar IMAM.

Informasi Detail
Penerbit
Direktorat Jenderal Kebudayaan: BPNB D.I. Yogyakarta
Bahasa
id
ISSN
-
Last Updated
2017-03-27T08:33:37Z
Akses Artikel