Adanya pembukaan perkebunan Teh di Halaban pada tahun 1926, banyak memunculkan berbagai bentuk kegiatan bagi para buruh perkebunan yang berasal dari Jawa. Selain itu aktifitas para buruh juga melahirkan keluarga-keluarga baru bagi mereka sebagai pendatang yang sesama orang Jawa. Mereka bekerja pada perkebunan bertujuan untuk melangsungkan laju kehidupan mereka. Walaupun jauh dari tanah kelahiran, mereka tetap eksis mempertahankan dan mengambangkan budaya yang menjadi identitas mereka.