Sebagai kota pendidikan hingga kini Yogyakarta masih menjadi ‘magnit’ bagi pelajar dan mahasiswa untuk menuntut ilmu di Yogyakarta. Tentu ada beberapa alasan mengapa mereka memilih Yogyakarta sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Sebagai konsekuensi predikat tersebut, maka mendorong tumbuhnya asrama mahasiswa/pelajar yang ada di Yogyakarta. Seringkali Yogyakarta mendapat sebutan sebagai “Indonesia Mini”,
ka re na hampir setiap sukubangsa yang ada di Indonesia bisa ditemukan di Yog yakarta melalui perwakilan asrama mahasiswa/pelajar. Hadirnya asra ma mahasiswa sebagai tempat tinggal mahasiswa tentu menimbulkan permasalahan baru terutama menyangkut bagaimana mereka saling ber-interaksi, baik interaksi antarpenghuni asrama maupun interaksi penghuni asrama dengan masyarakat sekitar. Adanya perbedaan budaya untuk saling mengenal tentu menjadi dasar pijakan mereka untuk membantu terjalinnya interaksi tersebut. Konsep multikulturalisme dengan mengedepankan kesepahaman, saling menghargai dan saling menghormati menjadi kunci yang
sangat penting untuk mewujudkan interaksi yang akan mereka
bangun.