Muaro Sijunjung adalah salah satu kota penghasil batu bara saat itu. Pemerintah Jepang perlu membangun sarana transportasi yang handal dari Muaro Sijunjung ke Pekanbaru untuk mengangkut batu bara. Batu bara tersebut sangat diperlukan untuk kepentingan perang penjajah Jepang. Karena itulah Jepang mengirim ribuan romusha untuk membuat jalur kereta api Muaro Sijunjung- Pekanbaru. Pembangunan ini dimulai tahun 1942. Di samping medan yang susah, kerja di luar batas kemanusiaan ditambah siksaan tentara Jepang menyebabkan banyak romusha yang tewas mengenaskan.