Pemberantasan buta aksara turun cukup signifikan, dari
39,1 persen penduduk yang buta huruf di tahun 1971, menyusut
menjadi 28,8 persen di tahun 1980, kemudian turun lagi menjadi
15,9 persen di tahun 1990 (Statistik 70 Tahun Indonesia Merdeka,
2015). Keberhasilan pemberantasan buta aksara dilanjutkan di era
Reformasi yang berhasil menekan angka buta aksara menjadi 10,1
persen di tahun 2000, 6,3 persen di tahun 2010, dan tersisa 4,4 persen
pada 2014 (Statistik 70 Tahun Indonesia Merdeka, 2015).