Salah satu tantangan global saat ini yang harus dihadapi oleh setiap organisasi atau lembaga (institusi) adalah tuntutan akan pengelolaan organisasi yang bermutu, termasuk didalamnya pengelolaan dalam dunia pendidikan. Gerakan mutu terpadu dalam dunia pendidikan masih tergolong baru, meskipun demikian isu gerakan mutu bias kita yakini merupakan isu kunci bagi seluruh dunia pendidikan pada masa dekade mendatang. Oleh karena itu, dunia pendidikan harus secara terus menerus berusaha melakukan perubahan-perubahan atau transformasi didalam rangka meningkatkan mutu itu sendiri, yaitu pengelolaan yang senantiasa berorientasi kepada nilai-nilai pelanggan(Customer Values Oriented), baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Pada situasi tersebut, maka dunia pendidikan haruslah memposisikan diri sebagai lembaga pemberi jasa (red. industri jasa), yaitu lembaga yang memberikan pelayanan (services) sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelanggan (customer).