Belajar dengan menggunakan role playing meningkatkan kesadaran akan adanya hubungan antara yang diperankan dengan masalah kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Secara empirik, pernyataan ini memang sulit diamati karena hanya bersifat ungkapan secara verbal dari responden siswa. Bagaimana bentuk kesadaran itu, tidak mudah diketahui oleh penulis maupun oleh guru kelas sebagai mitra peneliti. Namun demikian, dari pernyataan itu penulis dapat menangkap kesan bahwa tindakan pembelajaran dengan model role playing ternyata dapat memenuhi salah satu asumsi penggunaannya, yaitu sebagai model yang dirancang untuk mengembangkan empati siswa terhadap orang lain dan mengorganisasikan isu-isu sosial. Lebih jauh,
pernyataan siswa tersebut mengisyaratkan pula bahwa model pembelajaran role playing memiliki signifikansi dengan tujuan-tujuan pembelajaran yang berdomain afektual. Hal ini sejalan dengan watak khas Pendidikan IPS di SD khususnya yang berkaitan dengan nilai dan sikap yang memungkinkan anak berpartisIPSsi dalam kelompoknya, baik kelompok utama dalam keluarga dan
sekolah maupun kelompok sosial yang lebih luas.