Lewati ke konten utama
REPOSITORY ITEM

Repositori Institusi

cc_by_nc_4

Analisis kandungan fluorine (F) di dalam fosiltulang dan gigi: kasus dari gua Pawon, Sangiran, dan Kalitidu

Tulang akan mengalami proses diagenesa ketika terkubur dalam tanah yang menyebabkan unsur
organik makin berkurang dan unsur anorganik makin bertambah kadarnya karena masuknya
unsur kimia anorganik dari luar, salah satunya adalah unsur F (fluorine). Penelitian ini membahas
tentang kandungan F (fluorine) pada fosil-fosil tulang dan gigi yang bersifat insitu dan tidak insitu
yang berasal dari Gua Pawon di Jawa Barat, Sangiran di Jawa Tengah, dan Kalitidu di Jawa
Timur. Kandungan F (fluorine) pada fosil tulang dan gigi dapat digunakan untuk menentukan
sumber asal fosil yang berstatus tidak insitu dan tidak diketahui kedudukan stratigrafinya. Hasil
yang diperoleh adalah material yang berasal dari Gua Pawon mempunyai kadar F (fluorine)
yang bervariasi. Material fosil dari Kalitidu yang berstatus insitu mempunyai kadar F (fluorine)
yang relatif sama, sedangkan material fosil yang berstatus tidak insitu mempunyai kadar F
(fluorine) paling tinggi. Material fosil dari Sangiran memiliki hubungan kandungan F (fluorine)
dengan usia formasi yang berbeda dengan Gua Pawon dan Kalitidu, yaitu semakin kecil kadar F
(fluorine) pada fosil tulang dan gigi, maka semakin tua umur fosil. Salah satu material fosil, yaitu
gigi geraham Homo erectus (JA-41), merupakan fosil gigi Homo erectus termuda yang pernah
ditemukan di Sangiran.

Informasi Detail
Penerbit
Badan Penelitian dan Pengembangan
Bahasa
id
ISSN
-
License
cc_by_nc_4
Last Updated
2020-01-14T03:22:39Z
Subjek / Keywords
Akses Artikel