Keramik, manik, logam: produk perdagangan global (sejak abad ke-12 hingga abad ke-19 masehi) yang paling banyak ditemukan pada situs-situs sejarah di wilayah sulawesi selatan.
ada dugaan ahli sejarah (Ian Caldwell) bahwa kehadiran keramik asing (cina, thailand, vietnam, eropa, jepang) sejak abad ke-12 masehi di sulawesi selatan telah memicu pertanian secara intensif sebab keramik adalah mewah yang dapat ditukarkan dengan beras.