Lewati ke konten utama
REPOSITORY ITEM

Repositori Institusi

cc_by_nc_4

Gerabah berhias Situs Kamassi

Gerabah merupakan wadah pengolahan makanan setelah manusia menemukan api, sejak 800.000 tahun silam. Kisah tentang penggunaan gerabah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian. Dari variasi bentuk gerabah misalnya, kita bisa mengetahui cara mereka mengolah makanan, bagaimana menyajikan, dan ekspresi-ekspresi kebudayaan lainnya. Hiasan gerabah Kalumpang dapat dipandang dalam dua aspek yaitu cat (slip) dan gambar. Hiasan slip merah merupakan bagian paling awal yang digunakan oleh masyarakat Kalumpang sejak 3800 tahun silam (masa neolitik). Namun, penggunaan slip semakin berkurang seiring dengan berkembangnya teknik hias pada gerabah, terutama sejak masa Paleometalik. Motif-motif hias gerabah Kalumpang dengan garis-garis lurus menggunakan teknik gores yang memberi penekanan lebih berat, sehingga menghasilkan goresan cukup dalam, ini merupakan ciri khas dari budaya bercorak Paleometalik yang oleh banyak kalangan dihubungkan dengan kebudayaan Dongson. Motif gores cukup dalam juga ditemukan di lapisan atas situs Bukit Kamassi sebagai petunjuk adanya kesinambungan kebudayaan masa neolitik dan paleometalik di Kalumpang. Pada gerabah diidentifikasi delapan motif hiasan, yaitu: (a) titik sejajar; (b) segitiga titik; (c) lingkaran ganda sejajar; (d) garis diagonal sejajar, (e) titik tembus; (f) belah ketupat sejajar; (g) motif jala; dan (h) gelombang sejajar. Selain motif tunggal, pada gerabah masa paleometalik juga diperoleh motif kombinasi lingkaran dan garis sejajar. Slip kemudian tergantikan oleh hiasan yang lebih mengandalkan teknik dan ekspresi gambar dekoratif berciri lokal. Kecakapan teknologi pada awalnya tampak membina dan mendukung tumbuhnya variasi seni dekoratif pada gerabah.

Informasi Detail
Penerbit
Badan Penelitian dan Pengembangan
Tahun Terbit
Bahasa
id
ISSN
-
License
cc_by_nc_4
Last Updated
2020-10-12T07:22:37Z
Subjek / Keywords