Merancang pembelajaran tentunya bukanlah hal yang baru bagi bapak/ibu karena setiap awal semester pasti kita semua melakukan hal tersebut. Merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi pembelajaran merupakan tugas kita sebagai seorang pendidik - karena kita adalah desainer, implementator, dan sekaligus evaluator pembelajaran. Sesuai dengan ToR yang disampaikan oleh panitia kegiatan, tema kegiatan seminar ini adalah “Blended Learning dalam Pembelajaran Sosiologi: Tips Meramu Kombinasi Aktivitas Belajar Daring yang Tepat” - sebagai alternatif kegiatan pembelajaran sosiologi di tengah kondisi yang saat ini kita hadapi bersama, yaitu pandemik Covid 19. Untuk itu, melalui forum ini ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan lebih lanjut dengan bapak/ibu, utamanya terkait dengan ‘merancang pembelajaran sosiologi yang bermakna untuk generasi net (net-generation)’. Dalam kaitannya dengan blended learning, saya yakin bapak/ibu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini; dan bahkan sudah ada beberapa sekolah berbasis cyberschool. Implikasinya, dalam proses pembelajaran sosiologi pun blended learning sudah mulai digunakan dengan beragam model. Seiring dengan inovasi teknologi pembelajaran yang diadaptasi oleh pendidik ruang-ruang kelas, maka tantangan yang muncul kemudian adalah bagaimana pendidik merancang dan/atau menciptakan pengalaman belajar yang bermakna di satu sisi, dan sisi lain, bagaimana peserta didik tetap bisa ‘merdeka’ dalam belajar sesuai dengan zamannya. Merujuk pada tujuan pembelajaran sosiologi di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan karakteristik pembelajar generasi get; maka sistematika makalah yang akan saya sampaikan melalui diskusi ini meliputi: apa saja karakteristik pembelajar generasi net? dan bagaimana merancang pembelajaran sosiologi agar bermakna dan sesuai dengan karakteristik pembelajar
generasi net?