Lewati ke konten utama
REPOSITORY ITEM

Repositori Institusi

cc_by_nc_4

Jejak pertahanan Jepang di Sulawesi Tenggara

Jejak pertahanan Jepang di Sulawesi Tenggara dapat ditemukan di dalam kawasan Lapangan Udara (Pangkalan Militer TNI AU) Haluuleo. Kawasan ini adalah kawasan kekuasaan Jepang di wilayah Kendari, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, pada masa Perang Dunia II. Jejak pertahanan Jepang yang ditemukan tersebar di dalam kawasan ini antara lain bungker, baterai, struktur (WC, bak air, dan kolam air), dan temuan lepas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bungker memiliki arti lubang perlindungan di bawah tanah atau ruangan yang dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dari serangan musuh biasanya berupa tumpukan pasir. Bungker juga dapat diartikan sebagai bangunan berbentuk persegi yang dibangun di bawah tanah, memiliki lorong dan ruangan. Selain sebagai lubang perlindungan dari serangan musuh, bungker juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan bahan bakar kapal (arang atau minyak). Struktur fisik bungker adalah susunan bata yang dilekatkan dengan semen dan diberi rangka besi. Jumlah bungker yang ditemukan adalah 9 (sembilan) buah.
Baterai adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gudang persenjataan berat (meriam beroda). Fisik bangunan berbentuk persegi panjang menyerupai bangunan rumah dengan beragam ukuran. Baterai berjumlah 13 buah. Struktur yang diduga merupakan sisa bangunan WC, bak air, dan kolam air berada pada satu titik area di tepian sungai di dalam kawasan Pangkalan Militer TNI AU Haluuleo. Di dalam bangunan bungker, baterai dan struktur, juga di sekitarnya ditemukan temuan lepas, baik utuh maupun terfragmen (pecah-pecah). Temuan lepas tersebut antara lain tembikar, botol obat, keramik porselin, peluru, pembuka botol, dan botol minum.

Informasi Detail
Tahun Terbit
Bahasa
id
ISSN
-
License
cc_by_nc_4
Last Updated
2021-01-12T21:19:07Z
Subjek / Keywords