Cerita rakyat sebagai memori kolektif harus lestari dalam masyarakat. Cerita rakyat lahir dari pengaruh timbal balik faktor sosial budaya. Cerita rakyat merupakan objek budaya yang harus dijadikan pedoman oleh pendukungnya. Hal ini dikarenakan cerita rakyat mengandung nilai, norma, pesan, himbauan, dan misi tertentu. Bagi masyarakat tradisional, bercerita merupakan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam acara khusus, misalnya dalam upacara adat. Masyarakat tradisional mengundang pencerita untuk didengarkan oleh sekelompok anggota masyarakat. Cerita rakyat Alas juga mengandung nilai-nilai sejarah yang positif sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan si penutur cerita kepada pendukung budayanya. Ada pun unsur yang terkandung di dalam cerita rakyat Alas, di antaranya pendidikan,agama, adat istiadat serta pengetahuan sejarah lokal, yang nilai-nilainya masih dipedomani masyarakat Alas hingga sekarang.