Tujuan dari kajian ini adalah untuk mencari model dalam pelaksanaan revitalisasi sastra Samawa di Kabupaten Sumbawa yang berbasis komunitas. Kajian ini menggunakan metode observasi dan wawancara langsung dalam pengumpulan data. Lokasi yang menjadi sampel komunitas yang berkaitan dengan erat dengan tradisi kesastraan yang ada di Kabupaten Sumbawa yang kami sebut sebagai ekosistem dari tradisi kesastraan tersebut. Ekositem tersebut adalah Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS), Sanggar Dance Bulaeng yang berada di Desa Poto, Kecamatan Moyohilir, Kabupaten Sumbawa, dan sekolah. Akan tetapi, pengambilan data kami titik beratkan pada Sanggar Dance Bulaeng tersebut. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa model yang perlu dilakukan dalam revitalisasi sastra Samawa di Kabupaten Sumbawa adalah model yang ditunjukkan oleh ekosistem yang dimaksud yang masing-masing komunitas menjalankan perannya masing-masing yang saling menguatkan satu dengan yang lain. Dalam revitalisasi sastra Samawa tersebut dibutuhkan sikap positif dari pemilik tradisi kesastraan tersebut. Selain itu, ketersediaannya kesempatan untuk tanpil atau pentas bagi tradisi kesastraan tersebut menjadi hal yang tidak kalah pentingnya, seperti adanya festival-festival yang diadakan di Kabupaten Sumbawa.