Pengelolaan keragaman merupakan isu krusial bagi negara demokratis dan majemuk seperti Indonesia
mengingat keragaman cukup rentan menjadi pemicu terjadinya konflik sosial yang berlatar intoleransi.
Pengelolaan keragaman yang baik diharapkan dapat menghadirkan masyarakat yang memiliki toleransi
terhadap berbagai perbedaan. Dunia pendidikan merupakan salah satu pintu masuk terbaik untuk
mempromosikan toleransi. Dalam situasi keragaman yang rentan, pendidikan memiliki dua potensi sekaligus:
mengantisipasi ataupun justru memperparah kerentanan. Hal ini karena pandangan dan sikap tertentu dapat
disosialisasikan secara efektif melalui pendidikan.