Keberadaan TBM diharapkan dapat berkontribusi terhadap penumbuhkembangkan minat baca masyarakat untuk menodorong terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Karena itulah, berbagai program diluncurkan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas TBM sebagai agen pemberdayaan masyarakat. Namun situasi pandemi yang saat ini terjadi, menyajikan tantangan tersendiri bagi para pengiat literasi atau pengelola TBM, terutama terhentinya layanan-layanan yang biasa dilaksanakan di ruang publik. Untuk itulah diperlukan formulasi layanan yang adaptif dengan dinamika era kenormalan baru ini, antara lain dengan menyelenggarakan layanan yang berbasis jaringan (daring) sebagai solusi alternatif formula Gerakan Literasi Masyarakat untuk mengatasi permasalahan literasi di tengah pandemi.