Dalam bahasa Melayu Bangka terdapat sistem pemajemukan sebagai akibat proses morfologis. Konstruksi kata majemuk bahasa Melayu Bangka mempunyai ciri ketaktersisipan (tidak dapat disisipi kata lain), ketakterluasan (unsur-unsurnya tidak dapat diperluas), ketakterbalikan (unsur-unsurnya tidak dapat diubah posisinya). Kata majemuk bahasa Melayu Bangka dapat diklasifikasikan atas subordinatif substantif, subordinatif atributif, koordinatif dan berproleksem. Kata majemuk bahasa Melayu Bangka terdapat pula kata majemuk sebagai gejala pertautan argumen dan gejala ergativitas. Makna kata majemuk dapat ditelusuri berdasarkan hubungan antarkomponennya.