Berbeda dengan Sarikat Islam yang berbasis masyarakat kelas
bawah, Jong lslamieten Bond berbasis pemuda pelajar atau
kalangan yang dapat dikelompokkan ke dalam kelas menengah. Jong Islamieten Bond muncul sebagai wujud keprihatinan atas
masih terkotak-kotaknya para pemuda dalam balutan suku dan
daerah, serta kurangnya pemahaman pemuda pelajar Islam pada
agamanya sendiri dan sekaligus merupakan agama yang dianut
sebagian besar masyarakat Hindia Belanda, masyarakat yang kelak akan mereka pimpin. Jong Islamieten Bond tampil sebagai organisasi pemuda pelajar pertama yang lintas suku dan daerah.