Dalam kehidupan masyarakat Bugis peristiwa mimpi dihayati dan dipahami sebagai suatu isyarat. tanda-tanda kehidupan, alamat tentang hal-hal baik ataupun hal-hal buruk yang bakal dialami seseorang dalam proses kelangsungan hidupnya. Menurut konsepsi budaya setempat mimpi itu dikategorikan menjadi tiga bagian menurut sumbemya. Sebagian peristiwa mimpi dipandang sebagai petunjuk dan tanda-tanda kehidupan yang bersumber dari Tuhan. Sebagian pula dianggap bersumber dari syaitan. Selebihnya adalah refleksi dari pengaruh dan rangsangan hawa nafsu manusia itu sendiri.