Wabah Corona (Covid-19) di Indonesia dan Khususnya Aceh yang terjadi dalam kurun waktu 2 tahun terkahir (2021) telah memberikan banyak pelajaran untuk kita. Dampak sosial, keagamaan, dan adat budaya Aceh, salah satunya tradisi tutur bersyair (Aceh:Ca'e). Sayir memiliki kekuatan tersendiri bagi orang Aceh, mampu menyentuh rasa (Zauq) dan memerdekakan jiwa. Apalagi karya syair-syair indah ini disusun oleh bergamam penyair dengan keahlian dan kesesuaian iramanya (Aceh: Pakhok). Oleh karena itu, kadang kalanya terjemahan disesuaikan maksud dengankalimat yang tersusun dan tersaji, sisi lain terkadang juga harus diterjemahkan secara harfiah tanpa mengurangi maksud dan tujuannya dari isinya.