Eksistensi teater sebagai kekayaan kebudayaan Indonesia haeus selalu dikawal dengan eksistensi kritik tentang praktik berteater itu sendiri. Kritik, amatan, resensi, dan arsip tak bisa dilepaslan dari perjalanan kreatif teater. Teater harus dipandang sebagai keseluruhan proses sebelum dan sesudah pemanggungan, dimana kritik mestinya mengambil peran, guna menggiring wacana dan produksi pengetahuan. Dalam dunia teater Indonesia kini, kehadiran kritik bisa dianggap belum mampu mengimbangi jumlah pertunjukkan yang diproduksi begitu banyak kelompok teater di seluruh Indonesia.