Saat BJ Habibie menjabat Menristek, Indonesia punya enam tombak utama dalam sains dan teknologi: BPPT, BPS, BATAN, LAPAN, BAKOSURTANAL, dan LIPI.
Tapi semuanya menghadapi satu masalah yang sama. Sangat sedikit orang-orang yang pandai meneliti sains dan teknologi.
Merespons ini, Menristek BJ Habibie mengadakan beasiswa OFP bagi para pelajar terbaik bangsa, untuk menimba ilmu di deretan universitas terbaik dunia. Modal didapatkan dari Bank Dunia sebesar 93 juta dolar dan ditambah dari APBN.
BJ Habibie juga menjalankan program-program beasiswa lain yang totalnya merekrut sampai tiga ribu orang. Setelah belajar di luar, mereka akan mengabdi di industri strategis Indonesia. Para alumni beasiswa ini membentuk perkumpulan yang bernama IABIE, atau Ikatan Alumni Program Habibie.