Pada puncak gunung Pulau Dawelor, dekat semenanjung Damarole, terdapat dua desa: Desa Arwulang dan Desa Ili. Penduduk kedua desa tersebut hidup rukun karena memiliki ikatan persaudaraan.Meskipun demikian, mereka tidak memiliki sumber mata air. Penduduk Desa Arwulang dan Desa Ili harus minum air dari genangan air hujan yang terdapat dalam kolam batu.
Ketika terjadi musim kemarau, mereka harus menyeberangi laut untuk mengambil air di pulau seberang, Pulau Dawera. Penduduk kedua desa tersebut akhirnya berpindah dan mendiami Pulau Dawera. Ada seorang ibu bernama Ibu Ralmauli hidup sendirian di Desa Welora Jika ada penduduk yang mau menyeberang laut untuk mengambil air, dia selalu menitipkan tempat airnya kepada mereka. Lama-kelamaan orang-orang mulai bosan membantu Ibu Ralmauli. Suatu ketika, sang ibu kehabisan air. Si ibu pun berjalan tak tentu arah mencari air dengan membawa tempat airnya. Tak lama kemudian Ia melihat seekor burung Siwloloy yang hinggap di dahan pohon. Kemudian diamengikuti burung tersebut. Tak disangka, ia menemukan sumber mata air yang mengalir deras dan tersebarlah berita tentang sumber mata air tersebut. Akhirnya, penduduk mengambil air di tempat tersebut. Sumber mata air itu dinamakan Ralmauli sesuai nama penemunya.