Salah satu kompleks kehidupan sosial ekonomi di Indonesia berkaitan dengan astronomi dan meteorologi tradisional. Kegiatan bercocoktanam, pelayaran, pernelayanan, dan pelaksanaan upacara daur hidup, misalnya, masih berpedoman pada pengetahuan tradisional tentang benda langit (bintang, planet, dan satelit) dan cuaca. Di beberapa daerah, seperti di Bali dan Sulawesi Selatan, astronomi dan meteorologi tradisional sudah dituliskan dengan huruf lokal dalam wujud lembaran lontar. Semen tara itu, masih banyak daerah tidak menuliskannya, tersimpan dalam ingatan tokoh tertentu, seperti yang sering disebut sebagai pawang dan dukun. Hal ini terjadi pula di daerah Propinsi Sulawesi Tenggara