Penelitian ini akan melihat obsesi pengarang-pengarang novel periode Balai Pustaka. Obsesi itu dilihat dari cara pengarang memperlakukan tokoh-tokoh ceritanya. Hal itu didasari atas anggapan bahwa perilaku tokoh cerita merupakan proyeksi keinginan pengarang. Pengaranglah yang membuat tokoh dengan segala karakteristiknya. Oleh sebab itu, wajarlah kalau perilaku tokoh merupakan sorotan pertama dalam penelitian ini.