Lewati ke konten utama
REPOSITORY ITEM

Repositori Institusi

Sejarah masuknya islam dan perkembangan pemukiman islam di: Desa Kecicang Kabupaten Karangasem Provinsi Bali

Penyebaran masyarakat islam di Karangasem termasuk Banjar Kecicang terjadi karena pendekatan secara elitis dan patron klien. Pendekatan elitis dilakukan dengan mengadakan hubungan pendekatan kepada para tokoh atau elit politik, sedangkan hubungan patron klien merupakan kelanjutan dari penerapan metode elitis (hubungan penguasa dan bawahan, raja dengan rakyat). Mereka datang ke Bali atas izin raja atau dibawa oleh raja Karangasem untuk ditugaskan sebagai barisan pertahanan kerajaan, khususnya menjaga keamanan raja beserta keluarganya yang tinggal di Puri. Dekatnya hubungan antara warga muslim dengan raja atau keluarga puri, begitu juga dengan warga masyarakat Hindu Karangasem, sehingga ada istilah Nyama Selam dan Nyama Bali. Masyarakat Bali yang beragama hindu menyebut masyarakat islam dengan sebutan Nyama Selam, sedangkan masyarakat islam menyebut masyarakat hindu dengan sebutan Nyama Bali. Nyama dalam bahasa Bali berarti saudara, sehingga hubungan baik antara umat Hindu dan Islam seperti saudara disebut dengan nyama. Hubungan dan toleransi yang terjadi antara islam dan hindu sangat baik sehingga perkembangan islam dan pemukiman islam di Karangasem mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Informasi Detail
Penerbit
Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali
Tahun Terbit
Bahasa
id
ISSN
-
Last Updated
2023-10-26T07:44:16Z
Akses Artikel