Berawal dari munculnya keprihatinan akan berbagai hambatan yang dihadapi Pusat Arkeologi Nasional dan kesepuluh UPT (Balai Arkeologi) dalam menjalankan misinya, hingga kesadaran untuk melakukan upaya-upaya untuk memperbaikinya. Diskusi diawali di lingkup pimpinan dan koordinator untuk melihat secara transparan faktor-faktor penghambat kemajuan lembaga. Dari diskusi terdapat 8 hambatan yang paling menonjol, sehingga diputuskan membentuk 8 TPKA.Buku ini merupakan acuan dasar bagiTPKA dalam menjalankan misinya, membantu para pimpinan dalam mengidentifikasi, mengeksplorasi, mendiskusikan, dan mencarikan solusi dalam menangani hambatan-hambatan kemajuan, hingga menjadi motor penggerak bagi kemajuan lembaga dan arkeologi Indonesia. Buku ini akan senantiasa dimutakhirkan sejalan dengan dinamika kelembagaan dan kemajuan arkeologi, termasuk ide-ide yang berkembang dalam diskusi-diskusi TPKA.