Bagian-bagian ini berisikan: aneka perspektif atas seni dan pluralitas 'bahasa', comond ground seni rupa desain, melintas batas filsafatdan teori seni, terakhir mencari pkok-pokok persoalannya estetika. Seni masa kini nyaris tak dapat dipisahkan dari citra: seni hadir sebagai citra. Citra membangun cara kita menghuni dan memaknai dunia material dan simbolik. Akan tetapi, citra adalah juga sebuah "perangkap" (lure), di mana subjek disuguhkan dengan citra yang sesungguhnya bukan yang ia inginkan lihat, tetapi ia harus melihatnya. Dalam panorama citra masa kini, ada jurang antara lukisan yang ingin dilihat seseorang tentang dirinya dengan bagaimana ia dilukiskan melalui dunia citra-itulah seni masa kini. Art theory masa kini mencoba secara terus-menerus membuka pintu gerbang ke arah cakrawala pemahaman yang kian luas, dengan panorama teori(-teori) dan konsep(-konsep) yang kian kaya dan beragam, dalam multiplisitas praktik dan karya-karya seni, yang kian melebur dengan dunia keseharian. (Yasraf A. Piliang, "Melintas Batas Filsafat dan Teori Seni: Antara Pluralutas dan Singularitas".)