Faktor penyebab berkurangnya pengrajin songket di Kelurahan adalah persaingan dengan hasil-hasil tenunan songket dari luar daerah yang menggunakan teknologi modern, dan dijual dengan harga yang jauh lebih murah.
Di samping itu, ada upaya penyederhanaan pemakaian pakaian adat pada masyarakat Bali. Beberapa dekade yang lalu, pakaian adat ke pura menggunakan kain, senteng (ikat pinggang untuk perempuan), dan udeng (ikat kepala) berbahan kain tenun songket, kini berubah menggunakan pakaian warna putih untuk ke pura dan kain batik atau endek untuk kegiatan-kegiatan adat. Perubahan demikian, mengakibatkan menurunnya pemasaran kain tenun songket.