Program Basoeki Abdullah Art Award (BAAA) dilatari oleh kegelisahan akan kurangnya kompetisi/penghargaan bagi perupa muda. Kegelisahan itu berakar pada ketidak-seimbangan antara jumlah perupa muda dan kompetisi itu sendiri. Bayangkan saja, setiap tahun setidaknya lebih dari 100 lulusan pendidikan seni rupa lahir, ratusan lainnya, mulai masuk ke perguruan tinggi. Setidaknya terdapat 7 perguruan tinggi seni di Indonesia yang menampung para cerdik-bakat seni rupa, khususnya seni lukis. Belum lagi mereka yang kuliah di negara lain. Belum pula yang belajar secara mandiri dan belajar di luar pendidikan formal.