Lewati ke konten utama
REPOSITORY ITEM

Repositori Institusi

Pola pengasuhan anak secara tradisional Propinsi Daerah Istimewa Aceh

Pengasuhan anak masih dalam kandungan ibunya. Ada beberapa pengasuhan yang terdapat pada saat itu, yang dianggap penting adalah Mee hY. bid eun (bawa nasi bidan). Hal ini harus dilaksanakan, tidak dibawa maka terjadi pembicaraan yang serius dari warga masyarakat desa, dengan anggapan jika hal ini tidak dilakukan maka anak yang lahir tidak baik atau nakal. Kemudian ketika anak lahir lalu di azankan dan qomatkan. Setelah usianya sudah beberapa hari di adakan upacara oeucicao cukook dan sekaligus memberikan nama kepada anak tersebut dan berikutnya diadakan upacara anak tersebut dan berikutnya diadakan upacara peutron aneuk (menurunkan anak). Dari rangkaian-rangkaian upacara tersebut merupakan awal dari Pola Pengasuhan anak yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan di Daerah Istimewa Aceh.
Pola Pengasuhan Anak pada masyarakat pedesaan Daerah Istimewa Aceh pada prinsipnya masih memperlihatkan pola yang
lama atau pola tradisional. Sesuai dengan Jatar belakang kebudayaan masyarakat, bahwa adat istiadat Daerah Istimewa Aceh tidak seluruhnya mutlak harus dilaksanakan. Bahkan ·ada perubahan dari adat istiadatnya, akibatnya adanya kontak kebudayaan dengan kebudayaan-kebudayaan luar menyebabkan banyak tergesernya adat istiadat setempat yang tidak mampu bertahan terhadap perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Namun demikian bukan berarti terjadi perubahan total, pada prinsipnya masyarakat Aceh dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut dan adat istiadatpun bisa penyesuaiannya dengan perkembangan zaman.

Informasi Detail
Penerbit
Proyek Penelitian Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya
Tahun Terbit
Bahasa
id
ISSN
-
Last Updated
2024-01-25T03:48:49Z
Akses Artikel