Buku ini diangkat dari hasil penelitian yang secara khusus bertujuan untuk mengungkap tiga hal utama yaitu: mendeskripsikan kehidupan petani dan budaya petani komersial pada komunitas petani sayur di Berastagi, memberikan analisis tentang berbagai aspek budaya petani sebelum munculnya pertanian sayur komersial yang mungkin masih bertahan, dan memberikan analisis kemunculan budaya pertanian komersial yang merupakan bagian dari budaya agraris pada komunitas petani sayur. Kajian mengenai para petani sayur dalam konteks budaya agraris menjadi penting karena dua hal. Pertama, ada kecenderungan budaya agraris di Indonesia terbatas pada konteks pertanian sawah; dan ke dua, kebanyakan berasumsi bahwa para petani tersebut adalah golongan atau komunitas yang bersifat komunal dan subsisten. Kasus di Berastagi menyediakan gambaran yang berbeda sebagai pengayaan atas informasi dan dokumentasi nilai budaya agraris di Indonesia.