Lewati ke konten utama
REPOSITORY ITEM

Repositori Institusi

Peranan nilai-nilai tradisional Lampung dalam melestarikan lingkungan hidup

Ditinjau dari usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup, masyarakat Lampung sedang menghadapi masalah yang kritis. Propinsi Lampung yang dikenal sebagai daerah Transmigrasi sejak zaman Kolonial Belanda, temyata hingga kini transmigrasi tersebut masih berlangsung dalam bentuk transmigrasi spontan, akibatnya kini baik penduduk asli maupun pendatang sekarang telah merambah ke dalam kawasan hutan lindung. Itulah sebabnya pihak pemerintah mulai beberapa tahun yang lalu semakin mengintensifkan upaya-upaya transmigrasi lokal (translok), guna menghindari kerusakan. hutan yang lebih parah.

Tetapi yang lebih dahsyat lagi adalah perusakan lingkungan yaitu diakibatkan limbah industri. Akibat limbah industri air sungai bukan hanya menjadi keruh akibat berkurangnya pepohonan dibagian hulu, tetapi masyarakat sekarang mulai enggan untuk memanfaatkan air tersebut teristimewa mandi cuci kakus (MCK), dan bukan hanya itu, air sekarang beraroma tidak sedap, ikan dan udangpun hilang bagaikan ditelan bumi.

Itulah sebabnya tulisan ini lebih banyak menggunakan pendekatan etika sosial tinimbang meoyoroti aktivitas masyarakat tepian sungai yang menanggung derita, mereka kini menjadi akibat, bukan sebab. Tetapi masyarakat Lampung memiliki Falsafah Piil Pesenggiri yang merupakan pelatuk etis bagi masyarakat Lampung dalam upaya melestarikan lingkungan. Pill Pesenggiri terdiri dari: Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sabi Sambaian, Juluk Adek dan Pill Pesenggiri.

Informasi Detail
Penerbit
Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Daerah Lampung
Tahun Terbit
Bahasa
id
ISSN
-
Last Updated
2024-02-23T04:54:25Z
Akses Artikel