Pada penelitian ini dapat disimpulkan:
1. Bahwa bangunan candi yang dibangun dengan konstruksi susunan batu, mempunyai ruang yang terbatas luasnya. Di samping itu konstruksi susunan batu memberikan sifat yang pejal yang merupakan ciri dari bangunan candi. Untuk mengurangi sifat pejal tersebut, maka dinding-dinding luar diberi lekuk-lekuk dan hiasan, di mana hiasan-hiasan tersebut dapat memberi penekanan pada bagian ataupun komponen bangunan candi.
2. Perancangan bangunan candi yang merupakan ungkapan kosmologi tentunya akan banyak mengikuti patokan-patokan yang simbolis. Namun transformasi dari patokan-patokan yang simbolis tersebut dalam pembangunan candi banyak pula dipengaruhi oleh bahan dan teknologi pembangunan pada waktu itu.
3. Sifat yang pejal yang dipunyai oleh bangunan candi, memperkuat sifat monumental, sehingga bangunan tersebut menjadi unsur utama dalam perancangan halaman.