Daerah Nusa Tenggara Timur terdiri dari 22 suku bangsa yang mendiami gugusan pulau-pulau dengan topografi dan potensi yang berbeda-beda, memiliki berbagai jenis senjata sebagai alat pemenuhan kebutuhan hidup. Beraneka ragamnya jenia senjata ini merupakan adaptasi terhadap kekayaan alam lingkungan (jenis-jenis binatang yang diburu; binatang besar, kecil di air, darat atau diatas pohon) dan kreativitas pembuatnya agar praktis digunakan (panjang, pendek, besar, kecil, berat, ringan). Dalam penulisan naskah ini ruang lingkupnya dibatasi pada empat jenis senjata yakni senapan tumbuk, panah, pedang, dan tombak.