Konsep spesies asing invasif menjadi perhatian utama dalam upaya perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Buku ini menguraikan pentingnya mencegah dan mengendalikan spesies tumbuhan invasif yang dapat mengancam ekosistem, habitat, dan spesies lokal. Berlandaskan pada ketetapan Earth Summit 1992 di Rio de Janeiro, buku ini menyoroti tantangan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh spesies invasif terhadap lingkungan, seperti degradasi keanekaragaman hayati dan kerusakan ekosistem. Contoh-contoh kasus di Indonesia, seperti Alang-alang (Imperata cylindrica) dan Mantangan (Merremia peltata), dihadirkan untuk memperjelas bagaimana spesies invasif berperan dalam mengganggu keberlanjutan hutan dan mengancam spesies lokal. Strategi pengelolaan yang disarankan mencakup pencegahan melalui karantina dan pengawasan, serta upaya restorasi ekosistem sebagai tujuan akhir setelah pengendalian dan eradikasi berhasil dilakukan.