Sepeninggal Kaki Palguna sang juru masak Kadipaten Karang Gesing, Adipati Arya Dipa menggelar sayembara untuk mencari pengganti. Dengan mengutus Ki Patih Gangsar, sayembara mengolah gudheg Ngayogyakarta dilaksanakan secara terbuka. Tuntun dan Wasis, dua pemuda dari Karang Gesing bermaksud mengikuti sayembara tersebut. Keduanya berebut jimat pusaka dari Lereng Menoreh. Mereka yakin, jimat tersebut adalah kunci kemenangan dalam sayembara itu. Bagaimana kiprah kedua pemuda dalam menyelesaikan sayembara itu? Pembaca akan menemukan jawabannya dalam cerita berjudul Prasaja Agawe Mulya, Angkara Agawe Cilaka.
Buku ini disajikan dalam dua bahasa (Jawa dan Indonesia) dan dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.