Di tengah teriknya hari, Ikhsan dan Iki bergegas menuju sungai kampung. Mereka mendambakan kesegaran airnya. Namun, sesampainya di sana, senyum mereka luntur. Sungai yang biasa jernih kini penuh sampah plastik! Kekesalan berubah jadi tekad. Dengan tangan kecil dan semangat besar, mereka mulai memunguti sampah satu per satu. Meski lelah, mereka tak menyerah. Bahkan, ketika teman- temannya menolak membantu, mereka tetap melangkah. Mereka berjuang membersihkan sungai,
membuat papan larangan. Mereka berharap suatu hari nanti, sungai mereka kembali menjadi tempat bermain yang bersih dan bebas.