Naskah kuno Melayu kebanyakan menggunakan huruf ArabMelayu
yang dikenal pula sebagai huruf Jawi. Dengan huruf yang
demikian hanya orang-orang tertentu yang dapat "menyentuhnya" dan orang yang tidak "mengetahui" huruf itu tidak berminat menyentuhnya. Perbandingan antara orang yang "mengetahui" dan "Tidak mengetahui" di zaman sekarang lebih banyak yang tidak mengetahui. Bahkan ada
sementara orang yang menganggap dengan melihat fisiknya dari naskah kuno akan merusak kesehatan. Untuk memindahkan sebuah naskah kuno harus dilakukan dengan sangat hati-hati.