Ekofak merupakan kunci untuk mengungkapkan mode adaptasi manusia. Jenis ekofak yang kerap ditemukan pada situs-situs arkeologi terutama pada gua-gua hunian adalah sampah cangkang kerang. Pada hakikatnya, data arkeologi terbentuk dari
serangkaian sistem tingkah laku dan akumulasi proses alih (transformational processes). Namun, kendalanya adalah aspek tingkah laku luput dari pengamatan arkeolog karena proses ini terjadi pada masa lampau. Studi etnoarkeologi adalah salah satu alat yang dapat diaplikasikan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Penelitan etnoarkeologi bermanfaat untuk menafsirkan berbagai aspek kehidupan manusia masa lampau, mulai
dari permasalahan yang berkaitan dengan sistem teknologi dan pemakaian alat, subsistensi, sistem sosial, hingga pengkajian tentang transformasi sampah dari aktivitas manusia pendukungnya, baik dalam dimensi konteks sistem maupun konteks arkeologi. Oleh sebab itu, penelitian etnoarkeologi ini mengkaji sistem tingkah laku masyarakat lingkungan Pantai Watukarung yang secara rutin mengumpulkan, mengonsumsi, dan
membuang limbah kerang laut. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai model mengenai pembentukan data ekofaktual sampah cangkang kerang laut.