Tradisi penyembahan terhadap roh leluhur di Tengger terjadi seiring dengan budaya megalitik yang tersebar luas di Indonesia, sekitar 500 sebelum masehi - 500 Masehi. Upacara ini dilakukan setiap setahun sekali, tetapi pada tahun kelima diselenggarakan lebih raya dengan mengorbankan seekor kerbau atau sapi. Dari hasil wawancara tersebut diperoleh data berkaitan dengan makna, fungsi dan tujuan upacara mayu desa/ ruwatan, berkaitan dengan masalah mitigasi bencana.