Lewati ke konten utama
REPOSITORY ITEM

Repositori Institusi

Pengaruh Penambahan Gardu Induk Tenayan Raya terhadap Sistem Kelistrikan Sumbar - Riau

Bergulirnya program 10.000 MW tahap 1 dan tahap 2 merupakan usaha pemerintah dalam menyelesaikan krisis energi listrik yang terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Ada 7 (tujuh) lokasi pembangkit yang terdapat pada propinsi Sumatera Barat dan Riau, dengan total daya terpasang 674.75 MW dan daya mampu 619.82 MW. Beban puncak terjadi pada malam hari sudah mencapai 639.2 MW (288.2 MW di Riau dan 351.0 MW di Sumbar). Seiring dengan telah disetujuinya penambahan pembangkit di Riau yang berlokasi di Tenayan Raya, diperlukan kajian teknis terhadap penambahan pembangkit dengan kapasitas 2 x 100 MW terhadap sistem Sumbar Riau. Analisis dilakukan dengan menggunakan bantuan komputer, yang sudah dilengkapi dengan perangkat lunak Matrix Laboratory (Matlab), disertai dengan perangkat toolbox-nya. Penyelesaian aliran dayanya diselesaikan dengan menggunakan metode Newton Raphson. Penambahan pembangkit baru ini mengakibatkan terjadinya perubahan aliran daya yang besar khususnya pada sistem Riau. Riau yang awalnya menerima aliran daya listrik mencapai 160 MW dari sistem Sumbar. Namun setelah penambahan pembangkit dengan kapasitas cukup besar itu, berbalik menjadi penyumbang energi ke sistem Sumbar – Riau pada khususnya dan pada sistem Sumatera pada umumnya. Disamping itu, juga terjadi perbaikan profil tegangan pada Gardu Induk (GI) Duri, GI Dumai, dan GI Bagan Batu yang berada dibahagian utara propinsi Riau. Naiknya profil tegangan mengakibatkan turunnya rugi-rugi daya pada saluran transmisi untuk wilayah Riau saja mencapai 7 MW.

Informasi Detail
Tahun Terbit
Bahasa
en
ISSN
-
Last Updated
2021-05-14T14:50:39Z
Akses Artikel