Lewati ke konten utama
THESIS

Repositori Institusi

PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN TERHADAP PENANGANAN KONFLIK DI TAMAN HUTAN RAYA SULTAN SYARIF HASYIM (Studi Kasus Dusun Meranti, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas)

Konflik timbul karena adanya kesenjangan fakta dan realita dalam
masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam konflik di karenakan adanya beberapa
faktor seperti adanya pengungsi dari daerah lain, kegiatan perambahan hutan dan
illegal logging. Partisipasi serta masyarakat dalam penanggulangan konflik sangat
dibutuhkan guna mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari kejadian
konflik itu sendiri.
Metode pengambilan data dengan cara survey, dimulai dari observasi dan
wawancara setelah data dikumpulkan selanjutnya diolah dengan teknik analisis
deskriptif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan
dengan masyarakat sekitar Tahura Sultan Syarif Hasyim diketahui bahwa sekitar
63% masyarakat pemahamannya tinggi tentang adanya konflik yang terjadi.
Sedangkan, 27% ragu-ragu(Sedang) dan 10% tidak mengetahui tentang adanya
konflik yang terjadi sedangkan sekitar 70% masyarakat mengetahui tentang jenis
konflik yang terjadi, 23% ragu-ragu (Rendah) dan 7% tidak mengetahui jenis
konflik yang terjadi atau rendah. Keterkaitan masyarakat terhadap konflik yang
terjadi tidak lepas dari adanya peran serta masyarakat terhadap konflik tersebut
53% tingginya peranan masyarakat terhadap konflik yang terjadi. Sedangkan,
30% masyarakat ragu-ragu (Sedang) dan 17% tidak mengetahui adanya peran
serta masyarakat terhadap konflik di Tahura. Tingginya tingkat keragu-raguan
masyarakat untuk memahami batas wilayah Tahura Sultan Syarif Hasyim menjadi
salah satu point penting agar pihak Tahura mulai gencar dalam melakukan
sosialisasi dan penyebaran informasi mengenai batas Tahura karena tingginya
masyarakat sekitar 53% tentang ketidak tahuan batas Tahura. Sedangkan, 37%
cukup mengetahui dan 10% tidak mengetahui tentang batas wilayah Tahura,
pemahaman masyarakat tentang penyebab konflik yang pada umumnya berasal
dari pengambil alihan lahan secara ilegal oleh masyarat menjadi pemicu konflik
yang kerap terjadi sekitar 67% tingginya pengetaahuan masyaraka pemicu konflik
, 23% dan 10% tidak mengetahui atau rendah penyebab konflik yang terjadi,
peran masyarakat dibutuhkan dalam penyelesaian konflik hal ini dikarenakan baik
masyarakat maupun pihak Tahura adalah orang-orang maupun instansi yang
memiliki keterkaitan dalam terjadinya konflik sekitar 43% tingginya partisipasi
masyarakat sementara 30% masyarakat ragu-ragu (Sedang) dan 27% tidak
berpartisipasi dalam penyelesaian konflik yang terjadi, sedangkan penanganan
konflik yang dilakukan oleh pengelola Tahura sekitar 50% masyarakat
mengetahui (Tinggi) adanya penanganan konflik yang dilakukan oleh pihak
Tahura.

Informasi Repositori
Jenis
Thesis
Informasi Detail
Tahun Terbit
Bahasa
en
ISSN
-
Last Updated
2022-06-08T04:46:37Z
Akses Artikel