Tanaman Sawi (Brassica juncea L) merupakan salah satu sayuran yang
digemari masyarakat Riau pada umumnya. Tingginya permintaan akan sawi di
Pekanbaru khususnya, menjadi pemicu untuk terus meningkatkan produktifitas
tanah guna mendapatkan hasil yang maksimal. Produksi sawi yang rendah
disebabkan faktor tanah yang mendominasi daerah tersebut adalah jenis tanah
Podzolik Merah Kuning (PMK). Tanah PMK umumnya memiliki kesuburan
yang rendah dan kandungan mikroorganisme juga rendah. Untuk mengatasi hal
tersebut dapat dilakukan dengan pemberian limbah tahu. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan konsentrasi yang terbaik dari
pemberian Limbah Pabrik Tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman
sawi.
Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian
Universitas Lancang Kuning Jln. Yos Sudarso km 8 Pekanbaru. Topografi datar
dengan ketinggian tempat 16 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah Podzolik
Merah Kuning dengan pH 5,5 - 6,5. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan,
yakni dari bulan Desember 2016 – February 2017
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap ( RAL) non faktorial terdiri dari 5 taraf dan 4 ulangan
sehingga diperoleh 20 unit plot percobaan, tiap plot tediri dari 4 tanaman dan 2
tanaman dijadikan sampel, dengan perlakuan K0 (Tanpa pemberian limbah tahu),
K1 ( 100 ml/liter), K2 (200 ml/liter), K3 ( 300 ml/liter), K4 ( 400 ml/liter).
Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan
dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian
Limbah Pabrik Tahu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun,
panjang daun, lebar daun, berat tanaman dan berat konsumsi, dengan konsentrasi
terbaik400ml/liter.