Dalam pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), ada beberapa faktor yang
mendukung dalam pola pengoperasian PLTMG, seperti ketersdiaan bahan bakar, kehandalan peralatan ,
kondisi pembebanan, dan cuaca. Kehandalan suatu pembangkit khususnya PLTMG sangatlah penting dalam
menjaga keberlangsungan dan kehandalan sistem tenaga listrik. Tetapi dalam kenyataannya PLTMG Balai
Pungut sering mengalami gangguan, diantaranya adalah gangguan sistem seperti gangguan tegangan kurang
dan gangguan frekuensi kurang. Oleh karena itu untuk melokalisir gangguan tersebut di perlukan sistem
proteksi yang memenuhi persyaratan sensitifitas, kehandalan, selektivitas dan kecepatan yang semuanya
bergantung dengan ketepatan setting peralatan proteksinya. Pada hasil evaluasi sistem proteksi generator
PLTMG Balai Pungut di dapatkan ketidaktepatan setting proteksinya yaitu pada nilai setting proteksi rele
tegangan kurang, rele tegangan lebih dan rele frekuensi lebih. Untuk setting rele under voltage pada kondisi
eksisting di setting 95% dari tegangan nominal generator 15000 V dengan waktu tunda 30 detik dan setelah
dilakukan evaluasi di setting 90% dari tegangan nominal generator 15000 V dengan waktu tunda 5 detik.
Untuk setting rele over voltage pada kondisi eksisting di setting 105% dari tegangan nominal generator
15000 V dengan waktu tunda 30 detik dan setelah dilakukan evaluasi di setting 110% dari tegangan nominal
generator 15000 V dengan waktu tunda 4 detik. Untuk setting rele over frequency pada kondisi eksisting di
setting 110% dari frekuensi nominal generator 50 Hz dengan waktu tunda 4 detik dan setelah dilakukan
evaluasi di setting 104% dari frekuensi nominal generator 50 Hz dengan waktu tunda 1 detik.
Kata Kunci : Evaluasi , Generator, Proteksi, Setting, PLTMG.