Ketersediaan lahan dikota pekanbaru mulai menipis, salah satunya di kecamatan
Rumbai. Kecamatan Rumbai mengalami laju pertumbuhan penduduk secara signifikan.
Penyebab laju pertumbuhan penduduk antara lain dikarenakan kecamatan Rumbai
memiliki beberapa lembaga pendidikan tingkat lanjut salah satunya adalah Universitas
Lancang Kuning. Kebutuhan hunian mahasiswa Universitas Lancang Kuning pun terus
meningkat dari tahun ketahun berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan yang ada di
Rumbai, Alternatif upaya untuk mengurangi jumlah pemakaian lahan dan memperbanyak
ruang huni tempat tinggal karena semakin meningkatnya populasi mahasiswa yaitu dengan
adanya asrama yang di khususkan bagi mahasiswa. Namun seiring dengan padatnya
bangunan di perkotaan menyebabkan ketidak seimbangan iklim dikarenakan banyaknya
bangunan yang yang tidak memperhatikan kondisi alam dan lingkungannya. Hal ini juga
dalam menyebabkan munculnya potensi penurunan kualitas lingkungan hidup yang
diakibatkan oleh konsumsi energi pada bangunan yang mengakibatkan menipisnya
sumber daya alam, selain itu dilatar belakangi terjadinya fenomena perubahan iklim global
yang menumbuhkan bangunan boros energi dalam kenyamanan fisik bangunan.
Perancangan asrama mahasiswa sebagai jawaban atas kurangnya lahan hunian ini
menerapkan arsitektur bioklimatik. Arsitektur bioklimatik adalah konsep arsitektur dengan
pendekatan desain yang menekankan konteks terhadap kondisi lingkungan iklim dan cuaca
setempat.