Koordinasi rele yang baik adalah rele utama bekerja secara selektif terhadap
gangguan yang terjadi pada sistem kelistrikan. Jika rele tersebut gagal dalam
mengisolir gangguan, maka rele secondary dapat bekerja sebagai pengaman cadangan.
Dalam dunia industri, koordinasi rele yang baik merupakan syarat utama dalam
menjamin kontinuitas pelayanan listrik. PT.Pertamina (Persero) Refinery Unit II
Production Sei Pakning, berlokasi di Kabupaten Bengkalis, Riau, yang bergerak dalam
industri minyak dan gas bumi dengan kapasitas pengolahan minyak bumi sebesar
50.000 barel per hari, sangat membutuhkan pasokan listrik yang memadai dalam
melakukan aktivitasnya baik untuk kegiatan operasional pengolahan minyak bumi,
maupun untuk kegiatan penunjang seperti perkantoran, dan rumah sakit. Apabila
pasokan listrik tidak tercukupi yang disebabkan oleh gangguan hubung singkat dan
lain-lain, maka membutuhkan waktu untuk mengatasi gangguan yang terjadi akibatnya
produksi bahan bakar minyak dapat terganggu. Skripsi ini membahas koordinasi rele
arus lebih menggunakan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS), dimana
koordinasi ini memberikan setting rele arus lebih yang disimulasikan menggunakan
software ETAP 12.6.0 melalui fitur Fault Insertion Test. Nilai rata-rata error waktu
operasi rele dengan setting time dial yang dihasilkan dari perhitungan kurva standard
inverse dan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System adalah sebesar 1,391%
dan grading time antara waktu operasi breaker rele secondary dan breaker rele primary
yang terbentuk dengan menggunakan time dial metode ANFIS ≥ 0,287 detik.